Selasa, 29 September 2026

Sore Pertama Tanpa Status Pegawai: Mengapa Aku Memilih Kembali Menulis

Sore ini resmi menjadi sore pertamaku lepas dari rutinitas dunia perkantoran. Ada perasaan campur aduk antara lega, gugup, bingung, namun di saat yang sama ada rasa optimis yang perlahan menyeruak. Keputusan untuk resign tentu bukan hal yang mudah, tetapi tubuh dan jiwaku tahu, ini saatnya memberi ruang lebih untuk diri sendiri dan kesehatanku.

Di meja kerja rumah sore ini, aku kembali membuka halaman blog ini. Memandangi kursor yang berkedip, aku sadar ada begitu banyak cerita yang selama ini tertahan dan ingin kubagikan.

Pikiranku langsung melayang mundur ke Agustus 2023; momen saat pertama kali dokter menyampaikan kata yang saat itu terasa asing dan menakutkan: Autoimun.

Masih teringat jelas rasa kaget, marah, dan bingung yang datang bersamaan. Pertanyaan "Kenapa harus aku? Kenapa harus sekarang?" terus berputar di kepala. Saat itu, rasanya seperti dunia yang selama ini kukenal mendadak runtuh, digantikan oleh ketidakpastian, berbagai tes medis, dan perubahan fisik maupun mental yang membuatku merasa terasing dari diri sendiri.

Memproses semua emosi itu dari saat runtuh hingga perlahan bangkit bukanlah perjalanan yang mudah. Ada hari-hari penuh rasa takut, ada momen kecewa saat flare-up dan brain fog datang, tetapi ada juga hari-hari penuh syukur dan kebahagiaan kecil yang terasa sangat berarti.

Lewat blog ini, aku tak ingin hanya membagikan cerita yang manis-manis saja. Aku ingin jujur. Aku ingin menuangkan semua rasa bingung, sedih, lelah, hingga harapan dan optimisme sebagai sesama manusia yang sedang berjuang menavigasi hidup bersama autoimun.

Untuk kamu yang mungkin baru saja menerima diagnosis, atau sedang berada di fase lelah berjuang: kamu tidak sendirian. Mari berjalan bersama di blog ini.

Selamat datang kembali di catatan perjalananku .....



"Wahai Sobat Imun, Bagaimana perasaanmu saat pertama kali mendengar diagnosis dari dokter?"

Tulis di kolom komentar ya ...