Minggu, 04 Oktober 2026

Jujur-Jujuran Soal Biaya Berobat: Cara Aku Tetap Waras dan Enggak Boncos

Jujur-jujuran yuk, jadi Autoimmune Warrior itu nggak cuma nguras fisik, tapi juga nguras dompet dan emosi. Sering banget kita terjebak dalam tren wellness atau resep penyembuhan yang kelihatannya menjanjikan, padahal kalau dihitung-hitung biaya bulannya sukses bikin geleng-geleng kepala. Mulai dari konsultasi spesialis, tes lab berkala, sampai deretan suplemen yang katanya "wajib", semuanya butuh alokasi dana yang nggak sedikit. Di tengah rasa lelah mengelola gejala sehari-hari, urusan finansial sering kali jadi beban tambahan yang nggak terlihat.

Aku mau share sedikit gimana cara aku 'bertahan' biar nggak boncos dan tetep waras di tengah biaya pengobatan yang wow. Menghadapi kondisi kronis memang menuntut kita untuk nggak hanya cerdas menjaga stamina, tetapi juga taktis mengatur keuangan keluarga. Kita nggak perlu memaksakan diri mengikuti semua standar hidup sehat ala media sosial yang serba mahal. Kunci utamanya adalah menemukan sistem pendukung dan strategi perawatan yang paling masuk akal, aman, dan berkesinambungan untuk jangka panjang.


Strategi pertamaku adalah memaksimalkan fasilitas BPJS Kesehatan untuk pemeriksaan rutin, prosedur tes laboratorium standar, serta obat-obatan resep utama. Selain itu, penting sekali mengamankan dana darurat khusus kesehatan yang terpisah dari tabungan harian agar kita tidak pusing saat ada kebutuhan mendadak. Kalau aku, jujur aku rutin sisihkan dari gaji saat masih ngantor dan setiap dapat angpao saat ada yang tengok aku di RS saat ranap ke tabungan emas pegadaian. Karena harga emas pasti naik dalam jangka panjang, apalagi saat inflasi. Pas aku butuh, tinggal jual atau gadai dari hp. Sebisa mungkin gadai selama kita masih punya income, supaya aset kita nggak hilang. Tapi kalau terpaksa dengan kondisi habis resign dan belum ada income pengganti baru ya mau nggak mau, aku jual sesuai kebutuhan rupiah saat itu. Terakhir, aku mulai memangkas tumpukan botol vitamin dan berdiskusi kembali dengan dokter untuk memilih suplemen yang benar-benar esensial saja. Prinsipku sederhana: fokus pada apa yang terbukti berdampak langsung pada tubuh, bukan sekadar ikut-ikutan tren. Aku juga punya apotek langganan yang bisa memberikan harga terjangkau dan free ongkir ke rumah. Itu sangat membantu buat kita yang memiliki keterbatasan tenaga fisik. Apalagi beberapa jenis obatku termasuk langka di pasaran apalagi ada yang tidak bisa dibeli online; apotek langgananku ini bisa membantu mencarikan dari pabriknya (aku biasa kirim via japri wa, nama obat, ml/gram, diproduksi oleh pabrik apa) jadi pasti dapat yang sesuai dengan kebutuhan dan budgetku.

Memangkas pengeluaran yang nggak perlu akan memberikan ruang bernapas yang lega, baik secara finansial maupun mental. Ketika kita nggak lagi tertekan oleh biaya pengobatan yang membengkak, energi yang tersisa bisa kita alihkan penuh untuk proses pemulihan dan menikmati waktu berkualitas bersama keluarga. Bertahan dan bangkit dari kondisi ini adalah tentang konsistensi, bukan tentang seberapa mahal produk yang kita konsumsi setiap bulannya.

Menjalani peran ini memang perjalanan panjang, tapi kamu nggak pernah sendirian melangkah di jalur ini. Kalo kamu, paling berat di bagian mananya? Pengobatan, diet, atau mental? Curhat di bawah yuk, siapa tahu cerita kamu bisa saling menguatkan sesama sobat imun di sini!

Selasa, 29 September 2026

Sore Pertama Tanpa Status Pegawai: Mengapa Aku Memilih Kembali Menulis

Sore ini resmi menjadi sore pertamaku lepas dari rutinitas dunia perkantoran. Ada perasaan campur aduk antara lega, gugup, bingung, namun di saat yang sama ada rasa optimis yang perlahan menyeruak. Keputusan untuk resign tentu bukan hal yang mudah, tetapi tubuh dan jiwaku tahu, ini saatnya memberi ruang lebih untuk diri sendiri dan kesehatanku.

Di meja kerja rumah sore ini, aku kembali membuka halaman blog ini. Memandangi kursor yang berkedip, aku sadar ada begitu banyak cerita yang selama ini tertahan dan ingin kubagikan.

Pikiranku langsung melayang mundur ke Agustus 2023; momen saat pertama kali dokter menyampaikan kata yang saat itu terasa asing dan menakutkan: Autoimun.

Masih teringat jelas rasa kaget, marah, dan bingung yang datang bersamaan. Pertanyaan "Kenapa harus aku? Kenapa harus sekarang?" terus berputar di kepala. Saat itu, rasanya seperti dunia yang selama ini kukenal mendadak runtuh, digantikan oleh ketidakpastian, berbagai tes medis, dan perubahan fisik maupun mental yang membuatku merasa terasing dari diri sendiri.

Memproses semua emosi itu dari saat runtuh hingga perlahan bangkit bukanlah perjalanan yang mudah. Ada hari-hari penuh rasa takut, ada momen kecewa saat flare-up dan brain fog datang, tetapi ada juga hari-hari penuh syukur dan kebahagiaan kecil yang terasa sangat berarti.

Lewat blog ini, aku tak ingin hanya membagikan cerita yang manis-manis saja. Aku ingin jujur. Aku ingin menuangkan semua rasa bingung, sedih, lelah, hingga harapan dan optimisme sebagai sesama manusia yang sedang berjuang menavigasi hidup bersama autoimun.

Untuk kamu yang mungkin baru saja menerima diagnosis, atau sedang berada di fase lelah berjuang: kamu tidak sendirian. Mari berjalan bersama di blog ini.

Selamat datang kembali di catatan perjalananku .....



"Wahai Sobat Imun, Bagaimana perasaanmu saat pertama kali mendengar diagnosis dari dokter?"

Tulis di kolom komentar ya ...

Selasa, 24 Maret 2026

Kondisi Tubuh Orang dengan Autoimun

 Sering kali orang salah paham pada Orang dengan Autoimun (ODAI).
Banyak yang berpikir kalau ODAI sering sakit karena tidak bisa menjaga daya tahan tubuhnya.
Sering sakit karena imunitasnya RENDAH. Apa benar begitu??

Silakan dishare bagi para sahabat ODAI yang mungkin sedang di titik
"Lelah menjelaskan namun jika tidak dijelaskan, kesal ..."

Pesan saya ... tetap sabar,
Tuhan tidak pernah memberikan kita beban lebih dari yang mampu kita tanggung.

Mari jadikan "kekurangan" ini sebagai "kelebihan" kita. Berkah Dalem!



Mengapa Yesus Memilih Santo Yakobus Kecil (yang sakit)??

 

Ini video yang berulang kali saya tonton setiap kali saya merasa terpuruk ketika autoimun saya kambuh.
Semoga dapat memberikan kekuatan juga bagi siapapun yang menonton. Berkah Dalem!


Minggu, 22 Maret 2026

Perjuangan Menyelesaikan Studi hingga Sarjana dengan Beasiswa Penuh

Petugas Pelaksana Tata Usaha Fakultas Farmasi UKWMS
Theresia Rani Setiowati Lestari, S.E.
Uang Tidak Punya, Kesempatan Tuhan Siapkan
oleh : Bill Halan
(Sumber : Totus Tuus UKWMS Vol. 2.33 Hlm. 5)


"Banyak orang tidak percaya kisah ini", itu kalimat pertama Theresia Rani Setiowati Lestari, S.E., ketika ia mengisahkan situasi keluarga dulu yang serba kekurangan. Untuk sekolahpun, Bu Rani, demikian ia disapa, merasa sudah bersyukur kalau sampai bisa lulus Sekolah Dasar. Ia tidak punya mimpi muluk-muluk karena ia tahu kondisi orang tuanya.

"Orang tua saya itu tekun, tetapi di tempat kerjanya tidak pernah naik karir. Ibu pernah menjadi HRD di Delta Plaza, tetapi dengan ijazah SMA, posisinya sedikit demi sedikit tersingkir dari mereka yang lulus S1. Kemudian ibu menjadi cleaning service. Sedangkan bapak menjadi tukang servis di rumah, kalau ada tetangga yang butuh bantuan, bapak bisa bantu", anak semata wayang ini melanjutkan ceritanya tentang pengalaman pertama meminta keringanan agar bisa mendapatkan beasiswa.

Menurut Bu Rani, meminta keringanan biaya sekolah itu butuh kesiapan hati karena ia harus terbuka menyampaikan kondisi keluarganya. Untuk pendidikan tingkat Sekolah Dasar, ia dan ibunya datang ke pengurus lingkungan dan memenuhi syarat dari paroki. "Yang penting tidak melewati standar yang sudah disiapkan pihak gereja", Bu Rani mengenang masa itu dengan penuh syukur.

Dengan menerima beasiswa, bukan berarti masalah keluarga selesai. Kebutuhan hidup selalu ada. Ibunya memutuskan untuk menjual nasi bungkus untuk dititipkan di beberapa warung. Tugas Rani kecil adalah mengantar nasi bungkus tersebut ke warung - warung saat ke sekolah dan mengambil kembali sisa nasi tersebut untuk makan mereka. "Kalau nasi itu habis, kita bingung mau senang apa sedih karena tidak ada persediaan makanan di rumah, kadang ibu tidak makan, yang penting saya bisa makan". Bu Rani juga menambahkan bahwa ibunya tidak pernah mengeluh menghadapi situasi seperti itu.

Pada usia yang masih sangat dini, Bu Rani paham bahwa sebagai penerima beasiswa ia harus bertanggung jawab terhadap pemberian itu. Tanggung jawab itu ditunjukkan dengan banyak cara, salah satunya dengan ketekunan dalam studi.

Di ujung pendidikan di kelas 6, Bu Rani masih mau melanjutkan pendidikan di SMP. Kali ini tantangannya lebih berat karena biaya sekolah lebih tinggi dari standar biaya untuk beasiswa yang ditetapkan dari gereja. Bu Rani melanjutkan pendidikannya di SMPK Santa Maria Surabaya. Ia bersama ibunya menghadap kepala sekolah untuk meminta keringanan biaya. Sekali lagi Bu Rani menahan rasa sungkannya demi satu tahap pendidikan yang lebih baik.

"Saya agak minder karena teman - teman datang dari keluarga mampu dengan kemmpuan dasar mereka sudah bagus, misalnya bahasa Inggris. Tetapi ibu bilang, di luar sana ada banyak orang yang tidak mendapat pendidikan yang baik walaupun mereka memiliki uang, kamu punya peluang", nasihat ibunya membuat Rani belajar tekun dengan usaha yang total, tidak setengah - setengah. Waktu terus berjalan dan ia mulai masuk kategori 10 besar kemudian 4 besar.

Tidak hanya sampai di situ, selain urusan akademik, ia juga aktif mengikuti kegiatan yang diselenggarakan sekolah, misalnya kalau ada rekoleksi atau kegiatan rohani lainnya, selalu ada perlombaan penulisan karya ilmiah terkait dengan pengalaman yang baru saja ia lewati. "Jadi karya tulis ini ditulis tangan dan biasanya tiga karya terbaik diberikan piala. Di kelas 2 dan 3 saya dapat piala itu", imbuh Bu Rani.

Pada usia yang masih sangat dini, Bu Rani paham bahwa sebagai penerima beasiswa ia harus bertanggung jawab. Tanggung jawab itu ditunjukkan dengan banyak cara, misalnya dengan ketekunan dalam studi dan aktif dalam kegiatan - kegiatan di sekolah dan paroki. Tanpa ia sadari, ketekunan ini diperhatikan oleh suster di sekolahnya. Rani yang masih bertanya - tanya tentang nasib dirinya sesudah SMP, kini mendapat jawaban yang istimewa. Suster kepala sekolah menginformasikan bahwa Rani bisa sekolah di SMAK Santa Maria tanpa biaya. Berkat Tuhan selalu tepat waktu.

Hal yang sama terjadi juga untuk tingkat pendidikan tinggi, walaupun istri dari Leonard Hanny Kurniawan Noweng memutuskan untuk tidak lagi melanjutkan kuliah karena biaya kuliah pasti tinggi, jalan baginya selalu terbuka. Suatu ketika ada pameran pendidikan di SMAK Santa Maria. Bu Rani dan ibunya mendatangi booth dari UKWMS.

"Di brosur ada tulisan kecil sekali bagian bawah, beasiswa keuskupan. Ibu nemu tulisan itu. Lalu kita tanya, beasiswa full? Dua mahasiswa itu menjawab, iya, dengan catatan maksimal 4 tahun. Mulailah saya menghadap lagi pengurus lingkungan untuk urusan ini. Dia bosan juga". Bu Rani mengakui bahwa seleksi untuk beasiswa ini berat dan ia belajar menanti dengan penuh kesabaran. Keuskupan Surabaya memberi beasiswa kepada anak - anak yang benar - benar membutuhkan dan yang bertanggung jawab. Bu Rani satu di antara mereka yang dianggap layak menerima beasiswa ini.

Kini sesudah melewati tahap dalam kehidupan, ibu dari Anya Noweng dan Lintang Noweng selalu merasa terpanggil untuk memotivasi mahasiswa agar mereka tidak menyia - nyiakan kesempatan. "Tidak semua orang punya uang, tetapi kesempatan Tuhan siapkan. Bagi mereka yang sedang mendapat beasiswa, gunakan itu dengan penuh syukur dan buktikan bahwa kita bertanggung jawab".

Selasa, 30 Desember 2025

Novena Tiga Salam Maria - Doa Bunda Maria - Doa Jiwa Maria (Serangkai)


Bunda Maria, Perawan yang Berkuasa, bagimu tiada sesuatu yang mustahil, karena kekuasaan yang dianugerahkan Tuhan Yang Maha Kuasa kepadamu. Maka dengan sangat aku mohon bantuanmu dalam kesulitanku. Janganlah kiranya engkau meninggalkan daku, sebab engkau pasti dapat menolong; meski dalam perkara sulit yang tak ada harapannya sekalipun, engkau tetap menjadi penolong.

Baik keluhuran Tuhan, kehormatan namamu, maupun keselamatan jiwaku akan bertambah, jika engkau sudi mengabulkan permohonanku ini. Oleh karena itu, kalau permohonan ini benar - benar selaras dengan kehendak Tuhan yang mahakasih dan mahasuci, aku mohon dengan sangat, ya Bunda yang kuasa dalam permohonan, sudilah kiranya Bunda meneruskan permohonanku ini ke hadirat puteramu, Yesus, yang pasti takkan menolakmu.

Pengharapanku yang besar ini berdasarkan kekuasaan tak terbatas yang dianugerahkan Allah Bapa kepadamu. Dan untuk menghormati kekuasaanmu, aku berdoa bersama Santa Mechtildis, yang kau beritahu tentang latihan kebaktian "Tiga Salam Maria" yang sangat besar manfaatnya.

Salam Maria 3x
..... (permohonan) ......
Bunda Maria yang baik hati, jauhkanlah (diriku)/(dia)/(kami) dari dosa berat.


Perawan suci, Tahta Kebijaksanaan, berkat Sabda Allah, kebijaksanaan ilahi telah tinggal di dalam dirimu. Engkau telah dianugerahi pengetahuan ilahi tak terhingga oleh puteramu, karena sebagai makhluk paling sempurna engkau dapat menerimanya. Engkau tahu betapa besar kesulitan yang kuhadapi, betapa besar pertolongan yang kuharapkan darimu.

Dengan penuh kepercayaan akan tingginya kebijaksanaanmu, aku menyerahkan diri seutuhnya kepadamu, supaya engkau dapat mengatur berkat segala kesanggupan dan kedermawanan budi, demi keluhuran Tuhan dan keselamatan jiwaku. Sudilah kiranya Bunda menolong dengan segala cara yang paling tepat, agar tercapailah maksudku itu.

Bunda Maria, Bunda Kebijaksanaan Ilahi, berkenanlah mengabulkan permohonanku yang penting ini. Aku mohon ini berdasarkan kebijaksanaanmu yang tiada bandingnya, yang dikaruniakan kepadamu oleh Sabda Ilahi, puteramu.

Bersama Santo Antonius dari Padua dan Santo Leonardusdari Porto Mauritio, pewarta kebaktian "Tiga Salam Maria" yang rajin, aku berdoa untuk menghormati kebijaksanaanmu yang tiada taranya.

Salam Maria 3x
..... (permohonan) ......
Bunda Maria yang baik hati, jauhkanlah (diriku)/(dia)/(kami) dari dosa berat.


Bunda yang baik dan lembut hati, Bunda Kerahiman Sejati, yang akhir - akhir ini disebut "Bunda yang penuh belas kasih", aku datang kepadamu, dan mohon dengan sangat, sudilah kiranya Bunda memperlihatkan belas kasihmu kepadaku. Aku tahu bahwa aku tak pantas mendapat karunia itu, sebab kerap kali aku menyedihkan hatimu, dengan menghina Yesus, puteramu. Betapapun besar kesalahanku, aku sangat menyesal karena telah melukai Hati Kudus Yesus dan Hati Kudusmu.

Engkau telah memperkenalkan diri sebagai "Bunda Para Pendosa yang Bertobat" kepada Santa Brigita. Maka, ampunilah kiranya segala tidak tahu terima kasihku yang sudah - sudah. Ingatlah saja akan keluhuran Tuhan serta kerahiman dan kebaikan hatimu yang akan terpancar, dengan mengabulkan anugerah permohonan ini dengan perantaraanmu.

Bunda Perawan yang penuh kebaikan, lembut hati dan manis, belum pernah engkau membiarkan yang datang mohon pertolonganmu.

Atas kerahiman dan kebaikanmu, dan lewat doamu aku mengharap dengan sangat anugerah Roh Kudus. Dan demi keluhuran namamu, bersama Santo Alfonsus Maria de Liguori, rasul kerahimanmu serta guru kebaktian "Tiga Salam Maria" ini, aku berdoa untk menghormati kerahiman dan kebaikanmu.

Salam Maria 3x
..... (permohonan) ......
Bunda Maria yang baik hati, jauhkanlah (diriku)/(dia)/(kami) dari dosa berat.



DOA BUNDA MARIA

Bunda Maria, Bunda yang baik hati, bantulah aku dalam menempuh kehidupanku ini, agar aku dapat mencapai kebahagiaanku dan cita-citaku.
Oh Bunda bila aku ingat masa depanku dan kesulitan - kesulitanku, aku merasa sangat khawatir dan sedih sering kali merasa berputus asa.
Karenanya Bunda, tolonglah aku dalam kesulitan-kesulitanku ini, bantulah aku agar aku selamat, sampai pada cita-citaku.
O Roh Kudus terangilah akal budiku dan bimbinglah aku, ampunilah kesalahanku dan kabulkanlah doaku. AMIN.


DOA JIWA MARIA

Jiwa Maria, sucikanlah aku.
Hati Maria, nyalakanlah aku.
Tangan Maria, sanggahlah aku.
Kaki Maria, pimpinlah aku.
Mata Maria, pandanglah aku.
Bibir Maria, berkatalah kepadaku.
Dukacita Maria, kuatkanlah aku.
O Maria yang manis, dengarkanlah aku.
Janganlah menginjinkan daku terpisah darimu.
Terhadap musuh-musuhku belalah aku.
Tuntunlah daku kepada Yesus yang manis.
Semoga dengan dikau,
aku dapat mencintai dan memuji dikau untuk selama-lamanya. AMIN.


==============================================


Keterangan :

1. Jika permohonan itu mengenai perkara besar dan penting, hendaknya melakukan novena ini tiga kali berturut - turut.

2. Untuk memperbesar kemungkinan terkabulnya permohonan, misalnya dapat berjanji pada Bunda Maria :
  • Tiap pagi dan petang setia berdoa "Salam Maria"
  • Mengumumkan kalau permohonan itu telah dikabulkan, sebagai tanda terima kasih dan penghormatan kepada Bunda yang tersuci.


Ora et Labora   ~   Berdoa dan Berkarya

Senin, 23 Januari 2023

Pembukaan Rekening CIMB NIAGA dan BCA Secara Online

    
Sejak dimulainya pandemi, akses digital di berbagai platform untuk bermacam keperluan menjadi semakin marak. Kebutuhan akses digital sebagai upaya meminimalisir kontak fisik untuk keperluan "jaga jarak" selama pandemi menjadi kebutuhan yang urgensi. Beberapa bank besar pun mulai mengadakan serta membaharui aplikasi onlinenya menjadi makin canggih seiring perkembangan kebutuhan nasabah.

Salah satu kebutuhan tersebut adalah membuat rekening online karena keterbatasan waktu calon nasabah untuk ke bank. Jujur pasti rasanya malas banget kalau harus ijin ke luar kantor hanya untuk ke bank mengurus pembukaan rekening. Belum lagi waktu antrinya itu yang bisa kita gunakan untuk mengerjakan berbagai tugas kantor yang menumpuk :) Berikut ini langkah - langkah pembukaan rekening online dari CIMB NIAGA dengan penjelasan yang to the point dan cukup mudah diikuti.


Di bawah ini tutorial pembukaan rekening BCA secara online :


Demikian tutorial, semoga bermanfaat bagi Anda semua. Terima kasih sudah membaca 😊🙏